Kunai - Naruto 3

Rabu, 15 Agustus 2012

all about laila ersa

sekarang gw mau cerita tentang pacar gw yang paling gw sayang. dia orang lucu manis alim pinter pokoknya moodbooster deh. dia segala buat gw,dia kalo ketawa itu khas deh pokok salah satunya setiap ketwa nada ketawa beda beda terus pasti ada akhirrannya. ehm dia anaknya everything buat gw satu menit aje engga denger suaranya gimana gimana gitu. dia kalo jalan punya khas sendiri badan tegang eh tapi palaya nunduk. die kalo disms engga panjang balesnya irit bener tapi kalo udah ngomel haduh makjan panjang bener. dia kalo ngomong nadanya juga khas banget kadang nadanya tinggi kadang rendah. ehm kalo debat sama dia buset kalo dibilang novel satu novel lebih kali. die anaknya engga mau dimanja tapi kalo jalan manja banget. ehm gw masih inget pas gw masangin sendal kedia, hahaha itu moment tak terlupakan kayak cinderala dan pangeran tapi pangerannya edisi majalah trubus ada adek gw ye sok so sweat gimana gitu. tapi gimana pun dia gw sayang sama dia
kemaren selasa malem hari yang bener bener istimewa dimana gw bisa seneng ketawa marah so romantic with him
I LOVE YOU LAILA ERSA

Sabtu, 07 Juli 2012

Sejarah new argo jati


Kereta Api New Argo Jati adalah kereta api kelas eksekutif argo yang dioperasikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Jakarta Gambir (GMR) dari dan ke stasiun Cirebon.[1][2]
Kereta ini diluncurkan perdana pada tanggal 3 November 2010 sebagai pengganti rangkaian kereta api Argo Jati.[1] Rangkaian kereta yang digunakan kereta api New Argo Jati adalah bekas rangkaian kereta api Argo Jati yang dihapus pengoperasiannya. Kereta api New Argo Jati berangkat dari stasiun Kejaksan dan hanya berhenti di Stasiun JatibarangStasiun Jatinegara dan mengakhiri perjalanannya diStasiun Gambir.[1]

Peluncuran

Peluncuran perdana kereta api Argo Jati dilaksanakan pada tanggal 3 November 2010 sebagai pengganti rangkaian kereta api Argo Jatiyang merupakan hasil improvisasi/peningkatan dari kereta api Cirebon Ekspress yang diresmikan tanggal 13 Mei 2005, sebagai cikal bakal kereta api Argo Jati dan New Argo Jati.[1] Animo masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya terhadap layanan kereta api kelas eksekutif yang semakin meningkat, sehingga PT. Kereta Api Indonesia (persero) berupaya meningkatkan layanan kelas eksekutif argo dengan jurusan Jakarta Gambir (GMR) dari dan ke stasiun Cirebon. Dengan pola operasi 2 kali PP diawali pemberangkatan awal dari Cirebon di pagi hari kembali dan berangkat lagi ke Jakarta pada siang harinya. Rangkaian kereta api New Argo Jati terdiri dari 6 kereta kelas eksekutif (seperti) pesawat (K1), 1 kereta makan/restorasi (seperti) pesawat (KM), dan 1 Kereta Pembangkit (MP).

Fasilitas

Fasilitas yang dimiliki oleh kereta New Argo Jati ini sangat memanjakan penumpang. Masing-masing kereta dilengkapi dengan informasi petunjuk urutan kereta secara digital. Terdapat pula running text, yang dapat mengetahui kecepatan laju kereta, Stasiun serta tanda waktu. Disediakan bagasi barang yang tertutup layaknya di pesawat terbang. Dan juga ruang bagasi yang luas di ujung kereta guna menyimpan barang-barang yang lebih besar.
New design Cabin yang memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang. Dilengkapi TVAir ConditonerReclining Seat, Stop Kontak, Bagasi yang Aman, Toilet yang bersih serta pelayanan restorasi dengan menggunakan Kereta Makan yang memberikan nuansa khusus dalam perjalanan Cirebon-Jakarta.[2]
Mata penumpang pun dimanjakan oleh tayangan audio video dan TV flat dengan gambar serta suara lebih jernih. Di masing-masing kursi penumpang yang nyaman sesuai ergonomis dan dapat diputar, pada bagian atasnya terdapat lampu baca dan penerangan yang dapat diatur oleh penumpang. Sumber listrik untuk mengisi ulang baterai laptop atau pun handphone juga ada. Jendela penumpang dimodifikasi minimalis dilengkapi dengan tirai tarik, sehingga penumpang merasa lebih terjaga privasinya. Bagi penumpang yang ingin merokok, telah disediakan ruangan khusus di kereta restorasi. Namun, di bordes pun bisa digunakan untuk merokok dan disana telah disediakan kursi kecil sebagai tempat duduk. Toilet yang tersedia di kereta ini pun tidak kalah nyamannya dengan ruang yang lebih luas. Dan yang paling menarik di rangkaian kereta ini, yaitu adanya fasilitas jaringan wifi yang berada di kereta makan. Yang memungkinkan penumpang untuk mengakses internet selama perjalanan.

Jadwal

Jadwal New Argo Jati - KA 15 - (Cirebon - Gambir)
StasiunWaktu KedatanganWaktu Keberangkatan
Cirebon-05.45
JatibarangLs06.16
Jatinegara08.2208.24
Gambir08.34-
Jadwal New Argo Jati - KA 16 - (Gambir - Cirebon)
StasiunWaktu KedatanganWaktu Keberangkatan
Gambir-09.00
JatinegaraLs09.09
JatibarangLs11.18
Cirebon11.49-
Jadwal New Argo Jati - KA 17 - (Cirebon - Gambir)
StasiunWaktu KedatanganWaktu Keberangkatan
Cirebon-14.00
Jatibarang14.3214.34
Jatinegara16.4316.45
Gambir16.55-
Jadwal New Argo Jati - KA 18 - (Gambir - Cirebon)
StasiunWaktu KedatanganWaktu Keberangkatan
Gambir-17.15
JatinegaraLs17.24
Jatibarang19.3519.37
Cirebon20.09-
untuk tiket: untuk weeksday sekitar 130.000
                  untuk weeksend sekitar 145.000

sepenggal sejarah pakuan express

KRL ini sebenarnya sudah ada diera 1980'an dan menggunakan KL2 861xx / KL2 871xx (Sekarang KL3 861xx / KL3 871xx) seri KRL Rheostatik berbahan baja anti karat.Ditahun 1994, KRL AC Pakuan utama diluncurkan sebagai brand Perumka (Kini PT.Kereta Api Pesero ), dan awalnya KRL AC tersebut untuk KRL KLB Presiden Soeharto untuk meresmikan jalan layang.Pada tahun berikutnya set KL2 941xx (Seri BN-Holec) digunakan untuk KRL Pakuan bisnis, lalu ditahun 2000 KRL Pakuan AC menggunakan seri KRL Hibah seri 6000 eks Toei, lalu disusul seri 103 Eks Japan Railway (JR East) jalur Munashino, seri 8000 dan 8500 eks Tokyu Corporation, seri 5000, 7000, 05 eks Tokyo Metro (dulunya Teito Rapid Transit Authority), seri 1000 eks Toyo Rapid. KRL ini melakuan perjalanan terakhirnya di akhir bulan Juni 2011 menggunakan seri 8500 untuk KRL Pakuan Ekspres AC terakhir.

Rabu, 04 April 2012

Sejarah tipe Kereta listrik di Jakarta

pertama masuk adalah tipe BN HOLEC atau para RF sering bilang dengan sebutanKRL gembot karna suaranya saat jalan dan sambai stasiun memiliki keunikkan sendiri ini gambar BN HOLEC  
yang kanansetelah PA (perawatan Akhir) yang kiri jelas sebelumnya

yang kedua dan hanya beda satu tahun dari krl gembot adalah KRL RHEOS dia kalo mau jalan ada khasnya juga pasti selalu ngehentak ini gambarnya
#nb:yang kiri rheos tipe pertama yang kanan tipe keduanya yang pernah jadi pakuan non ac

ada juga yang udah kena rombak bagian kabinnya tapi namanya sekarang mas Djoko Lelono 1
ini rupa ganteng dari si mas djokolono

sekarang ada yang mukanya sebelas dua belas sama rheos tipe kedua yaitu akang hitachi beda banget dia jalan pertamanya sama si rheos kalo yang ini super alus jalannya mau liat muka gantengnya ini dia


nah keduanya hampir samakan tapi kalo diteliti lagi ada perbedaan yang mencolok yak benar yaitu kaca semboyan langsir sama seri perjalanan kalo di rheos tipe kedua engga ada jadi keliatankan bedanya sekarang

sekarang yang keempat udah mulai masuk jaman AC nih bos yang pertamanya itu seri eks TOEI 6000 dia ada 4 wajah yang pertama itu muka biasanya yang kedua muka retrofit bernama espas terus retrofit lagi namanya lohan yang terakhir itu adiknya si mas djolono 1 yaitu mas djolono 2 ini masing masing fotonya
A

B

C

D

#Nb:yang A itu toei muka lama dengan lohan terus yang B itu muka espass yang C toei lama abis PA dan yang D itu mas djolono 2

sekarang ada pendatang lagi dari nipon yaitu seri 5000 wets kalo yang ini acnya menurut penulis sih lumayan dingin dan mukanya itu keren banget nah ini dia foto mukanya dia
nah tu dia dia datang dari arah juanda mau kemanggarai ini juga kadang ada yang bilang si djoko vision

sekarang ada kembarangnya si 5000 dia seri 1000nya kok lebih kecil serinya iya hahaha itu tanya sama yang buatnya nah ini dia penampakan dari 1000 dan 5000 untuk perbedaan

nah dari fotonya aja keliatan bedanya dimana iyakan jadi engga usah dijelasin lagi okeh

nah sekarang kita ketahun 2006 kita kedatangan sodara baru lagi sejenis tapi beda muka dan asli masih buatan anak nipon dan itu belum di retrofit yaitu seri JR 103 ini dia muka keduanya


keliatankan bedanya dimana dari foto itu kalo yang warna biru itu masih di era PJKA dan yang putih era PT.KAI ada yang biru juga tapi engga dapet fotonya

sekarang kita masuk menuju AC berukutnya yaitu seri 8000 dan 8500 dari seklas emang mirip tapi sekali lagi hati hati ketukar kawan dan ini dia mukanya
keliatankan bedanya dimana

sekarang ketipe asli buatan indonesia yaitu mas djolono 3 hahaha ini asliloh buatan PT.INKA mauliatkah mukanya seperti apa ini dia silahkan
kalo yang kiri itu namanya prajayana karna pernah ada kerusakan sama si mas praja makanya dibalikin dan digantikan oleh mas djolono 3

sekarang kita balik lagi KRL buatan negara nipon yaitu seri eks TM 05 hahaha kereta keren mukanya terus kalo buka tutup pintu ada belnya haduh pokoknya keren deh ini dia muka ganteng dari mereka

sekarang kita kesodaranya si TM 05bukan kandung sih tapi datengnya nyaris bersamaan yaitu seri TM 6000 & 7000 mereka semuaka tapi ada bedanya

nah sekarang ada si adek yang nyusul dinas sang kakak di indonesia yaitu seri JR 203 hahaha dia itu itu mukanya beda banget sama sang kakak nah dari pada penasaran nih liat aja fotonya

sekarang balik lagi ke buatan PT.INKA yaitu si kereta yang tak pernah jalan yaitu KWF Bombardier I 9000 nah nasib si KFW ini tergantung gantung karna belum bisa jalan nih mukanya nya yang menurut gw sih keren banget 

nah sekian dulu tentang seri sri KRL di JAKARTA nah tunggu post selanjutnya iya

Sejarah KRL di Indonesia

Sejarah KRL
Wacana elektrifikasi jalur Kereta Api (KA) di Indonesia telah didiskusikan oleh para pakar kereta api dari perusahaankereta api milik pemerintah Hindia Belanda yaitu: Staats Spoorwegen (SS)sejak tahun 1917 yang  menunjukkan bahwa  elektrifikasi jalur KA secara ekonomi akan menguntungkan. Elektrifikasi jalur KA pertama dilakukan pada jalur KA rute Tanjung Priuk – Meester Cornelis (Jatinegara) dimulai pada tahun 1923 dan selesai pada tanggal 24 Desember 1924. Untuk melayani jalur kereta listrik ini, pemerintah Hindia Belanda membeli beberapa jenis lokomotif listrik untuk menarik rangkaian kereta api diantaranya adalah Lokomotif Listrik seri 3000 buatan pabrik SLM (Swiss Locomotive & Machine works) –BBC (Brown Baverie Cie), Lokomotif Listrik  seri 3100 buatan pabrik AEG (Allgemaine Electricitat Geselischaft) Jerman. Lokomotif  Listrik seri 3200 buatan pabrik Werkspoor Belanda serta KRL (Kereta Rel Listrik) buatan pabrik Westinghouse dan KRL buatan pabrik General Electric. Bagian dari perusahaan Staats Spoorwegen  yang menangani sarana, pasarana dan operasional kereta listrik ini adalah Electrische Staats Spoorwegen (ESS).
Peresmian elektrifikasi jalur KA bersamaan dengan hari ulang tahun ke 50 Staats  Spoorwegen, sekaligus juga peresmian stasiun Tanjung Priuk yang baru yaitu pada 6 April 1925. Elektrifikasi jalur KA yang mengelilingi kota Batavia (Jakarta) selesai pada 1 Mei 1927.  Elektrifikasi tahap selanjutnya dilakukan pada jalur KA rute Batavia (Jakarta Kota) – Buitenzorg (Bogor) dan mulai dioperasionalkan pada tahun 1930.
Jalur kereta listrik di Batavia ini menandai dibukanya sistem angkutan umum massal yang ramah lingkungan, yang merupakan salah satu sistem transportasi paling maju di Asia pada zamannya. Di masa itu, kereta listrik telah menjadi andalan para penglaju (komuter) untuk bepergian, terutama bagi para penglaju yang bertempat tinggal di Bogor dan bekerja di Jakarta.
Setelah Indonesia merdeka, lokomotif-lokomotif listrik ini masih setia melayani para pengguna angkutan kereta api di daerah Jakarta – Bogor. Pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan tidak pernah membeli lokomotif listrik  untuk mengganti atau menambah jumlah lokomotif listrik yang beroperasi. Namun pada akhirnya, dengan usia yang telah mencapai setengah abad, lokomotif-lokomotif ini dipandang tidak lagi memadai  dan mulai digantikan dengan rangkaian Kereta Rel Listrik baru buatan Jepang sejak tahun 1976.
Seiring perkembangan zaman, Commuter (KRL Jabotabek) yang beroperasi sekarang sudah memiliki berbagai fasilitas dan kelas, mulai dari tempat duduk yang ”empuk” hingga Air Conditioner (AC)yang menyejukkanSaat ini ada tiga kategori atau kelas pelayanan Commuter, antara lain  Commuter  ekonomi non-ACCommuter Ekonomi AC dan Commuter Ekspres AC.
Sistem pengoperasian  Commuter terpadu di wilayah Jabotabek dimulai pada tahun 2000,  saat itu pemerintah Indonesia menerima hibah 72 unit KRL. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 unit gerbong bisa langsung digunakan dan dioperasikan sebagai rangkaian-rangkaian KRL Pakuan yang melayani rute Jakarta – Bogor, PP.
Saat ini Commuter melayani lintas Jakarta – Bogor, PP; Jakarta – Tanahabang, PP; Jakarta – Bekasi, PP;  Jakarta – Tangerang, PP; dan Jakarta – Serpong, PP. 
Selain itu, ada juga Commuter lingkar Jakarta dengan nama KRL Ciliwung, dengan rute Manggarai – Tanahabang  Angke  Kemayoran  Pasarsenen  Jatinegara  kembali ke Manggarai dan arah sebaliknya.
Bagi pekerja di wilayah Jabotabek yang terpaksa pulang malam hari, kini telah dioperasikan Commuter ekonomi AC malam hari untuk lintas Jakarta – Bogor, Jakarta  Depok, Jakarta – Bekasi, Manggarai – Tangerang dan Manggarai – Serpong.
Bahkan, sejak beberapa tahun terakhir ini, setiap Sabtu dan Minggu telah tersedia pula Commuter Wisata yang melayani jalur Stasiun Bogor – Stasiun Ancol dan Stasiun Serpong – Stasiun Ancol,Stasiun Tangerang – Stasiun Ancol, Stasiun Bekasi – Stasiun Ancol.  Commuter Wisata tersebut melayani penumpang pulang-pergi, pada pagi dan sore hari.  Harga tiket sudah termasuk tiket masuk ke Taman Impian Jaya Ancol.
KRL yang digunakan dalam melayani penumpang Jabotabek adalah KRL AC eks Jepang namun masih dalam kondisi baik dan layak digunakan. Khusus untuk KRL Ciliwung, kita menggunakan kereta buatan PT INKA Madiun dengan nama KRL I (atau disebut KRL Indonesia).
Semakin tingginya animo masyarakat akan pelayanan Commuter, membuat PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek harus menambah armada rangkaian yang dimilikinya. Hal ini bisa dilihat dari semakin padatnya KRL terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari.
Belum lama ini, tepatnya 1 Agustus 2008, PT Kereta Api (Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek) kembali mendatangkan KRL dari Jepang sebanyak set KRL atau 8 gerbong.  Rencananya, KRL tersebut akan digunakan untuk menambah daya angkut pada lintas Jakarta – Bogor dan Jakarta – Bekasi. Namun sebelum dioperasikan, rangkaian yang baru datang ini harus memasuki beberapa tahap pengecekan termasuk proses pemeriksaan dan uji sertifikasi dari Departemen Perhubungan terlebih dahulu.  Kabar menggembirakan lainnya, pada bulan September ini akan datang lagi KRL berikutnya sebanyak 8 gerbong.
Latar Belakang Pendirian PT KAI COMMUTER JABODETABEK
PT KAI Commuter Jabodetabek adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT KERETA API (Persero) yang dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menneg BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008.
Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks.  
PT KAI Commuter Jabodetabek ini akhirnya resmi menjadi anak perusahaan PT KERETA API (Persero) sejak tanggal 15 September 2008 yaitu sesuai dengan Akte Pendirian No. 415  Notaris Tn. Ilmiawan Dekrit, S.H.

Kehadiran PT KAI Commuter Jabodetabek dalam industri jasa angkutan KA Commuter  bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Di mulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh induknya PT Kereta Api (Persero), yang memisahkan dirinya dari saudara tuanya PT KERETA API (Persero) Daop 1 Jakarta.  Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT KERETA API (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dan pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT KERETA API (Persero) Daop 1 Jakarta.
Dan akhirnya PT KERETA API (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KAI Commuter Jabodetabek.  Setelah menjadi perseroan terbatas perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.
Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter (untuk selanjutnya disebut ”Commuter” saja) dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan Bekasi (Jabotabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA SEMOGA ANDA PUAS